Beberapa Alasan Kenapa LoL Wild Rift Gagal Saingi Mobile Legends Di Indonesia


MLBB / LoL WR via Google Images

MobaGenie, - Dari awal berita kemunculan LoL Wild Rift akan hadir di platform Mobile (ios dan Android) banyak netizen dan media online yang beranggapan game ini bakal mengahiri dominasi ML di platform MOBA Mobile setidaknya di Indonesia. Namun pada kenyataannya, bahkan sampai pada perilisan final game ini diluar beta test, hype dari game LoL WR justru cenderung menurun. 

Bisa dilihat dengan tidak banyaknya konten mengenai LoL WR di Youtube baik dari Pro Gamer maupun influencer. bahkan berita mengenai game tersebut boleh dibilang sangat minim dibanding dengan Mobile Legends yang hampir tidak pernah sepi pemberitaan tiap harinya.


PlayStore Chart Indonesia via Play Store

hal lain yang mempertegas gagalnya LoL saingi MLBB di Indonesia adalah dari chart Play Store dimana ML stabil di posisi 10 besar sedang LoL WR hampir tidak pernah masuk top 30 chart.

Meskipun tidak bisa dibilang gagal total di Indonesia, namun boleh dibilang LoL jauh dari ekspektasi.

Nah, maka dari itu, MobaGenie merangkum 5 hal mendasar yang mana menjadi poin penting dari kegagalan LoL dalam bersaing bahkan mengungguli Mobile Legends di Indonesia.

1. Tidak ramah Device

Seperti kita tau, mayoritas gamer Mobile di Indonesia didominasi player dengan Device kelas Menengah ke bawah alias Midle-end class, dimana MLBB didesain sedemikian rupa agar tetap smooth meskipun di Device kelas menengah kebawah, sedangkan LoL membutuhkan device yang lebih tinggi dibanding MLBB, maka tidak mengherankan jikalau LoL WR menjadi sepi pengguna.

2. Susah move on

Meskipun hati kecil berkata lebih memilih LoL WR, namun apa daya karena hampir semua teman mabar tidak banyak yang bermain LoL WR, bahkan untuk mencari teman mabar yang se daerah atau satu negara pun terbilang lebih sulit dibanding di MLBB yang betrjibun pemainnya. sedang bermain solo di LoL pastinya menjadi kurang menarik dan alhasil mau tidak mau tetap bertahan di MLBB.

lebih dari itu, banyaknya uang yang sudah dihabiskan untuk membeli skin di MLBB dan banyaknya match bahkan mungkin riwayat top global semakin membuat player susah buat move on ke LoL WR.

terlebih bagi streamer dan influencer yang memang besar dari game MLBB, pastinya tidak mau mengambil resiko dengan berpindah haluan dari streamer MLBB ke streamer LoL WR.

3. Malas untuk beradaptasi

Meskipun keduanya mengusung genre yang sama yaitu MOBA 5vs5, namun keduanya memiliki banyak perbedaan yang membuat player MLBB harus banyak beradaptasi. alhasil banyak player yang awalnya berniat berpindah menjadi mengurungkan niatnya karena hal tersebut.

4. Riot Games telat Start

Disaat Moonton sudah memulai MLBB dari sejak 2016 silam, Riot Games bahkan baru memulainya di Tahun 2019, bahkan Tahun 2020 Riot baru merilis LoL WR versi Close Beta Test, sedangkan hype genre MOBA Mobile di Indo sendiri ada di Tahun 2017/2018 an. Riot baru memulai bahkan disaat genre MOBA sendiri sudah mulai tergeser genre lain yaitu Battle Royale atau Battleground dengan PUBGM dan FREE FIRE.

jalan satu-satunya Riot agar LoL WR bisa menyaingi ML yaitu dengan mengambil hati player militan di MLBB untuk berpindah ke LoL WR, dikarenakan hype MOBA sendiri sudah tergeser dengan Battle Royale, dan ternyata Riot kurang sukses melakukannya bahkan boleh dibilang gagal. 

5. Moonton cepat tanggap dan memanjakan penggunanya!

Dari semua poin yang sudah MobaGenie ulas diatas, poin ini boleh dibilang menjadi alasan paling mendasar gagalnya LoL WR di Indonesia. 

Moonton sepertinya tau betul dengan terancamnya posisi MLBB di Indonesia hususnya dan Dunia sebagai pemain utama di pasar MOBA Mobile dengan hadirnya LoL WR. bisa dilihat dari perubahan besar-besaran yang dilakukan Moonton di Game MLBB, dan pastinya Moonton yang awalnya dianggap sangat pelit, mendadak menjadi gemar berbagi item gratisan melalui banyak event. dari mulai Emote, Border, DM, sampai skin gratisan.

tidak hanya skin murah, Moonton bahkan rela membagikan gratis skin dan emote mahal edisi Street Fighter yaitu skin Karina dan emote edisi Street Figter gratis.

tentu saja pemain menjadi semakin ogah buat move on ke LoL WR dikarenakan banyak dimanja Moonton.

6. Bersaing dengan Game Lokal Indonesia yaitu Lokapala

meskipun Orang Indonesia sangat gemar bermain Mobile Legends, namun jiwa Nasionalis tinggi membuat orang Indonesia sangat mensuport Game Lokapala disamping tetap bermain game utama yaitu ML. 

maka PR Riot menjadi semakin besar disamping harus bersaing dengan MLBB, mereka pun harus bersaing dengan Lokapala!

Tambahan : Adanya Rumor Tawaran untuk streamer dari perusahaan Game MOBA

sempat beredar rumor mengenai adanya tawaran beberapa streamer mendapat tawaran untuk tidak bermain LOL WR. salah satunya yaitu Donkey.

“Kita ini juga mendapat tawaran untuk tidak bermain LOL ini lho” ujar mantan Pro Player dari Evos Esports melalui Live di NimoTV pribadinya tersebut.

meskipun Donkey tidak terang-terangan menyebut nama perusahaannya dan tidak ada bukti tawaran yang diterima Donkey dan streamer lain yang dimaksud Donkey tersebut, namun banyak yang berasumsi tawaran tersebut datang dari rival besar LoL WR.

kita semua tau streamer dan influencer sangat besar pengaruhnya pada sebuah game, terlebih jikalau streamer tersebut menpunyau jutaan pengikut. maka bukan suatu yang mengejutkan jikalau ada tawaran tersebut. 


Ninja Streamer Twitch via RevivalTv

sama halnya tawaran yang diterima streamer ternama yaitu Ninja, yang dilakukan EA beberapa waktu lalu dimana EA rela membayar belasan Milyar pada Ninja hanya untuk streaming Game Apex Legends di channel Twitch pribadinya.

itulah Beberapa Alasan Kenapa LoL Wild Rift Gagal Saingi Mobile Legends di Indonesia versi MobaGenie. ada tambahan atau koreksi, silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar.


Lvi/MobaGenie/PlayStore/NimoTv/Moonton


MobaGenie adalah media online yang berfokus pada Dunia Game MOBA termasuk di dalamnya yaitu Berita, Guide, Esports, dan isu hangat lainnya. Anda bisa mengikuti update terbaru kami melalui Website Official, Instagram , Facebook

TAG :

Related

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah ariktel